Seluruh rakyat Korea berbicara dan menulis dalam bahasa yang sama, yang menjadi
faktor penentu dalam pembentukan identitas nasional. Bahasa Korea memiliki beberapa
dialek di samping dialek umum yang digunakan di Seoul. Hanya dialek dari Propinsi Jejudo
saja yang begitu berbeda sehingga sulit dipahami oleh penduduk dari propinsi lain.
Studi-studi linguistik dan etnologi telah mengklasifikasikan bahasa Korea dalam
keluarga bahasa Altaic, yang mencakup bahasa Turki, Mongol, dan Tungus-Manchu.
Raja Agung Sejong mempersiapkan serta membantu menciptakan alfabet Korea Hangeul
pada abad ke-15. Sebelum alfabet ini terbentuk, prosentasi jumlah penduduk Korea yang bisa
membaca relatif kecil. Hanya sedikit rakyat Korea yang mampu menguasai
huruf-huruf Cina yang sulit, yang digunakan oleh kaum kelas atas.

Kursus-kursus bahasa Korea semakin menarik minat siswa-siswa asing
Sebelum mengembangkan sistem penulisan bahasa Korea, Raja Sejong mempelajari
beberapa sistem penulisan yang terkenal pada masa itu, misalnya yang terdapat pada
naskah-naskah Uighur dan Mongol, serta huruf-huruf segel Cina.
Bagaimanapun juga, sistem yang diciptakan oleh para cendekiawan Raja Sejong
sebagian besar didasarkan pada fonologi.
Mereka mengembangkan dan menerapkan teori yang membagi setiap suku kata menjadi
fonem awal, tengah, dan akhir, yang berlawanan dengan fonologi tradisional Cina
yang membagi suku kata menjadi dua bagian saja.

Hangeul, yang terdiri atas 10 huruf vokal dan 14 huruf konsonan, dapat digabungkan untuk
membentuk kelompok kelompok suku kata yang berjumlah banyak.
Sistem alfabet ini sederhana namun sistematis dan bersifat menyeluruh,
serta dianggap sebagai salah satu dari sistem penulisan paling ilmiah di dunia.
Hangeul mudah dipelajari dan dituliskan sehingga sistem ini mampu memberikan sumbangan
besar dalam tercapainya rata-rata melek huruf yang tinggi serta majunya industri penerbitan di Korea.
Jumlah mahasiswa asing yang mendaftar untuk mengikuti kursus-kursus bahasa Korea
semakin meningkat di universitas di Seoul, termasuk Universitas Nasional Seoul, Universitas Yonsei,
Universitas Korea, serta Universitas Wanita Ewha.