Bantuan Hibah Korea di Indonesia
1) Gambaran Umum
Bantuan hibah Pemerintah Korea dilaksanakan oleh Korea International
Cooperation Agency (KOICA). Sejak pendiriannya pada tahun 1991, KOICA
telah memberikan kontribusi sebesar 77 Juta US Dollar untuk bekerjasama
dalam pembangunan perekonomian Indonesia.
Lebih dari 60 persen dari total bantuan terdiri dari 4 sektor utama, yaitu infrastruktur
industri (seperti pembangunan jalan atau tenaga listrik), pendidikan, pertanian dan
kehutanan. Setelah peristiwa tsunami yang terjadi pada tahum 2004 yang lalu,
bantuan dan dukungan untuk rehabilitasi dan rekonstruksi di daerah bencana
meningkat secara drastis. Jumlah total dana bantuan untuk rehabilitasi dan
rekonstruksi di Aceh dan Nias mencapai kurang lebih 17,2 juta US Dolar, terhitung
dari tahun 2005 sampai dengan tahun 2008. Dalam proyek-proyek bantuan tersebut
terdapat pembangunan sekolah - sekolah teladan, rumah sakit, dan rehabilitasi hutan
mangrove di Aceh. Pada tahun 2006, KOICA mengirim tim medis dan menyediakan
beberapa peralatan untuk rekonstruksi sebesar hamper 2 juta US Dolar.

2) Proyek yang Sedang Berjalan
◆ Korea – Indonesia Joint Project for Adaptation and Mitigation of
Climate Change in Forestry(2008-2012 / 5 Juta USD)
Tujuan proyek bersama antara Pemerintah Indonesia dan Korea ini adalah untuk
memberikan kontribusi pada upaya global yang dicetuskan oleh UN Framework
Convention on Climate Change (UNFCCC)dalam mengurangi emisi terutama
dalam pencegahan deforestasi dan degradasi hutan di Negara-negara yang
sedang berkembang; dan juga diharapkan untuk memperkuat daya tahan hidup
masyarakat setempat dengan melestarikan sumber daya hutan di Indonesia.
◆ Establishment of National Disaster Information Dissemination System
(2008-2009 / 3 Juta USD)
Beberapa bencana alam yang dahsyat yang terjadi secara berurutan pada tahun
2004(tsunami) dan 2006(Gempa Yogya) telah membangunkan dan mengingatkan
Pemerintah Indonesia untuk meningkatkan dan memperkuat sistem penyebaran
informasi bencana nasional. Oleh karena itu, proyek ini bertujuan untuk merancang
rencana utama dalam sistem penyebaran informasi bencana dengan menggunakan
sumber daya komunikasi yang memungkinkan seperti jasa penyiaran TV atau radio,
dan terutama hal ini adalah untuk melindungi masyarakat yang tinggal di lingkungan
yang rentan terhadap bencana alam dari kerusakan dan kerugian yang lebih banyak.
◆ ForestTree Seed Sources Management and Development
(2008-2010 / 2.4 Juta USD)
Tahap pertama dari proyek ini telah selesai dilaksanakan pada tahun 2005 dan
diperpanjangan kedalam tahap kedua mulai tahun 2008. Proyek ini bertujuan
untuk meningkatkan teknologi rehabilitasi hutan dan lahan yang kemudian akan
memberikan kontribusi terhadap perkembangan ekonomi dan sosial Indonesia
dengan memperkuat nilai ekonomi sumber daya hutan.
◆ Korea – Indonesia ICT Training Center (2008-2009 / 8.9 Juta USD)
Tujuan utama dari proyek ini adalah untuk mengembangkan kapasitas ICT sumber
daya manusia di Indonesiadan juga untuk mengurangi kesenjangan teknologi antar
dan dalam Negara. Pusat ini akan menyediakan pelatihan IT untuk para karyawan,
murid, PNS, perusahaan swasta dan komunitas sampai dengan
5000 orang pertahunnya.
◆ Capacity Building of Public Officials for Government Innovation
(2009-2011 / 2 Juta USD)
Proyek ini di desain sesuai dengan usaha Pemerintah Indonesia dalam mencapai
"Keadilan dan Demokrasi", seperti yang tertera dalam RPJM, untuk berbagi
pengalaman reformasi birokrasi Korea dengan Pemerintah Indonesia terutama
dengan meningkatkan kualitas dan kapasitas pegawai negeri sipil. Dengan jumlah
total 12 departemen pemerintah yang turut serta dalam proyek ini untuk meningkatkan
kualitas jasa publik di Indonesia.
◆ Kerjasama Teknik
Setiap tahunnya, lebih dari 200 pegawai negeri sipil Indonesia diundang ke Korea
untuk saling berbagi pengalaman pertumbuhan yang begitu cepat di Koreadalam
berbagai bidang. Dan juga, KOICA menempatkan tenaga ahli Korea dan sekitar 100
sukarelawan korea (yang saat ini dikenal dengan "World Friends Korea") untuk
menyebarkan keahlian pembangunan Korea kepada masyarakat Indonesia.